Konferensi Pers Pernyataan Bersama Upaya Kolaborasi Penanggulangan Tuberkulosis Di Kebumen
Konferensi Pers Pernyataan Bersama Upaya Kolaborasi Penanggulangan Tuberkulosis Di Kebumen
DISKOMINFO - Nurhayati Darojah Ketua Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kabupaten Kebumen menyampaikan, kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia berada di peringkat ketiga di dunia dengan kasus TBC terbanyak. Di Kabupaten Kebumen sendiri kasus TBC mencapai angka lebih dari 500 kasus.
Penanganan kasus TBC menjadi perhatian khusus dari MSI yang sudah terbentuk di Kabupaten Kebumen sejak Tahun 2021, juga MSI lainnya yang tersebar di 30 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
"Kami fokus dalam penanganan TBC mulai dari deteksi awal hingga pengantaran pasien ke rumah sakit dan memantau langsung kepatuhan pasien TBC dalam mengkonsumsi obat," jelas Nurhayati.
Seperti diketahui pengobatan pasien TBC harus kontinyu selama 6 (enam) bulan tanpa terjeda.
Dalam Konferensi Pers Pernyataan Bersama Sebagai Upaya Kolaborasi Penanggulangan Tuberkulosis di Kabupaten Kebumen, Kamis (24/11/2022) di Trio Azana Style Hotel Kebumen disampaikan juga, bahwa penanganan TBC tidak bisa dilakukan hanya oleh salah satu pihak. Baik MSI ataupun Dinas Kesehatan.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dr. Iwan Danardono yang berkesempatan membuka acara dan hadir sebagai narasumber.
Pihaknya menyampaikan, banyak fakta di lapangan yang membuat penanganan TBC menjadi terkesan sulit.
"Pasien yang tidak disiplin minum obat membuat pengobatan TBC menjadi sulit dilakukan, pasien harus kembali mengulang pengobatan dan terapi dari awal, " jelas Iwan.
Ia juga menyatakan hal yang menjadi harapan bersama agar pada 2030 mendatang tak ada lagi kasus TBC di Kabupaten Kebumen.
"Suspect TBC paling banyak dijumpai di Puskesmas, selain RSUD dr. Soedirman, " tambah Iwan.
Pada konferensi pers itu, dari Dinas Kominfo Kebumen turut hadir perwakilan dari Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dian PD. (dp/gp)
