Diskominfo Kebumen Mengikuti Monev Kontributor Berita Daerah Jatengprov.go.id Tahun 2021
Diskominfo Kebumen Mengikuti Monev Kontributor Berita Daerah Jatengprov.go.id Tahun 2021
DISKOMINFO - Guna meningkatkan kinerja kontributor berita daerah (Jatengprov.go.id) dari kabupaten atau kota se-Jawa Tengah. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kebumen sebagai perwakilan kontributor berita daerah Kabupaten Kebumen, mengikuti Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kontributor Berita Daerah Tahun 2021 yang diselenggarakan Diskominfo Jawa Tengah, di Hotel Santika Pekalongan, Selasa (28/9/2021).
Kegiatan yang diikuti sebanyak 35 kontributor berita perwakilan daerah kabupaten atau kota ini, dibuka secara virtual melalui zoom meeting oleh Kepala Diskominfo Jawa Tengah Riena Retnaningrum, dan menghadirkan narasumber Setiawan Hendra Kelana atau yang akrab disapa Iwan selaku Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah, serta Chandra A.N selaku Wartawan Surat Kabar Kedaulatan Rakyat.
Dalam sambutannya, Riena meminta kepada para kontributor berita daerah untuk menyampaikan berita tentang Jawa Tengah secara kasual. Artinya, informasi tentang kinerja pemerintah perlu diberitakan tanpa bahasa yang kaku, agar masyarakat mudah memahami isinya, dan mau memberikan respon langsung melalui saluran media sosial.
"Pemberitaan dibuat lebih kasual supaya masyarakat lebih tertarik untuk membacanya, sehingga website jatengprov.go.id bisa dijadikan wacana yang dicari orang," ujar Riena.
Kemudian, Sekretaris PWI Jawa Tengah Iwan, mendorong para kontributor berita daerah untuk menyajikan informasi kegiatan pemerintah dan masyarakat dalam bentuk feature, agar lebih menarik bagi pembaca dan berita disajikan lebih detil dengan penyajian sisi lain dari sebuah peristiwa. Selain itu pada penulisan judul berita juga harus lengkap.
"Jangan membuat judul yang menimbulkan pertanyaan, memancing orang untuk membaca tapi malah kecele. Buatlah judul berita yang lengkap dan menggambarkan isi beritanya," kata Iwan.
Iwan menekankan bahwa pers sebagai pilar demokrasi sehingga menjadi penghargaan tertinggi sekaligus tanggung jawab terhadap insan pers di Indonesia.
"Pers mestinya menjadi contoh. Jangan hanya mengkritisi sesuatu, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga kreativitas bangsa," terang Iwan.
Dirinya meminta kepada kontributor berita daerah untuk menjadi penyebar luas informasi tak terbatas, maksudnya menyajikan informasi yang jernih, dan melawan hoaks yang beredar. Dengan begitu, pers bisa menciptakan masyarakat yang sehat dalam berliterasi sekaligus mengontrol ke arah peradaban.
Sementara itu, Wartawan Kedaulatan Rakyat Chandra Adhie Nugroho menyampaikan, bahwa kontibutor berita daerah tidak hanya dituntut untuk menyajikan informasi terkini yang valid tentang pemerintahan, tetapi juga bersinggungan dengan kehidupan masyarakat atau menonjolkan sisi humanisme. Karena itu lah yang menjadi aspek untuk dapat menarik orang membaca berita ataupun foto jurnalistik yang disajikan.
Kemudian untuk pengambilan foto dan penyajian foto jurnalistik, harus memperhatikan pemilihan tempat, waktu atau timing perekaman foto, dan pemilihan frame dalam pemotretan.
"Foto yang memuat dramatisasi dan relevan dengan kehidupan masyarakat akan menarik pembacanya, dan untuk editing foto juga terbatas pada beberapa hal, yakni brightness (kecerahan warna gambar), cropping ( pemotongan gambar), dan contrast (kontras warna)," terang Chandra. (tn/ul/gp)
