Mengenali Hoax dan Jenis-Jenisnya
Mengenali Hoax dan Jenis-Jenisnya
Perkembangan Teknologi Informasi dewasa ini menyebabkan perkembangan informasi yang sangat cepat dan meluas. Selain itu, kemudahan dalam mengakses segala informasi dapat dilakukan melaui berbagai kanal seperti smartphone, media massa, media sosial, internet dan berbagai aplikasi. lainnya Hal tersebut tentu membawa dampak positif, namun tidak jarang juga berdampak negatif yang kini marak terjadi di masyarakat. Salah satunya adalah penyebaran hoax.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘hoaks’ adalah ‘berita bohong.’ Dalam Oxford English dictionary, ‘hoax’ didefinisikan sebagai ‘malicious deception’ atau ‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’. Sayangnya, banyak netizen yang sebenarnya mendefinisikan ‘hoax’ sebagai ‘berita yang tidak saya sukai’.
Hoax merupakan informasi, kabar, berita yang palsu atau bohong. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hoax diartikan sebagai berita yang bohong. Hoax yaitu informasi yang dibuat-buat atau direkayasa untuk menutupi informasi yang sebenarnya. Dengan kata lain, hoax diartikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang seolah-olah meyakinkan akan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya.
‘Hoax’ atau ‘fake news’ bukan sesuatu yang baru, dan sudah banyak beredar sejak Johannes Gutenberg menciptakan mesin cetak pada tahun 1439. Sebelum zaman internet, ‘hoax’ bahkan lebih berbahaya dari sekarang karena sulit untuk diverifikasi. Penyebaran berita hoax dapat dilakukan dengan sangat mudah dan cepat melalui media online. Berikut adalah jenis-jenis hoax yang perlu kita kenali:
1. Konten Menyesatkan (Missleading Content)
Konten ini sering dibuat secara sengaja. Tujuan dari jenis konten ini untuk menjelekkan seseorang atau suatu hal agar menggiring opini masyarakat supaya membenci subjek yang dijadikan sasaran. Pembuatan konten ini dibuat dengan memanfaatkan informasi asli lalu diedit dan disebarkan secara masif.
Contoh : penyebaran informasi salah satu artis telah meninggal dunia, padahal nyatanya tidak seperti itu.
2. Satire atau Parodi
Jenis hoax satire merupakan konten yang sengaja dibuat orang tidak bertanggung jawab untuk menyindir individu atau pihak tertentu. Namun, ada juga konten satire dibuat sebagai bentuk kritikan yang disampaikan dalam hubungan kelompok dalam kelompok, personal atau isu yang tengah berkembang di masyarakat.
Contoh : konten yang mengatakan bahwa ada pohon Natal di logo provinsi Sumatera Barat. Setelah cek fakta melalui turnbackhoax.id menyatakan bahwa bukan pohon natal, melainkan atap masjid bertingkat tiga yang melambangkan salah satu dari bentuk rumah ibadah khas menurut arsitektur alam Minangkabau Asli.
3. Konten Palsu (Fabricated Content)
Konten ini sangat berbahaya dan patut untuk diwaspadai karena dibuat untuk menipu orang. Banyak pihak yang dirugikan oleh jenis konten yang satu ini. Informasi yang ada di dalamnya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Contoh : informasi lowongan pekerjaan. Muncul sebuah lowongan pekerjaan yang beredar di WhatsApp mengatasnamakan sebuah perusahaan tapi ternyata hal tersebut adalah jenis penipuan.
Sumber :https://kumparan.com/ragam-info/kenali-3-jenis-jenis-hoax-di-dunia-digital-dan-contohnya-20wJsYQyw6q
https://www.rappler.com/indonesia/ayo-indonesia/181912-sketsatorial-apa-itu-hoax
