Jendela Edukasi : santri tak hanya pandai mengaji, tapi juga harus pandai menulis
Jendela Edukasi : santri tak hanya pandai mengaji, tapi juga harus pandai menulis
KOMINFOKEBUMEN - Demikian pesan Bupati Kebumen pada ratusan Santri Ponpes Salafiyah Kebumen.
Menyusul Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah, Wonoyoso Bumiredjo Kebumen yang menyelenggarakan Sarasehan Jurnalistik Ramadhan 2017 di area masjid ponpes, Senin siang (12/6).
Kegiatan yang diberi label Gerakan Santri Menulis (GSM) ini dibuka langsung oleh Bupati Kebumen Ir.HM Yahya Fuad SE dan diikuti oleh ratusan santri ponpes tersebut.
Hadir sebagai pembicara sarasehan diantaranya adalah wakil pemimpin redaksi suara merdeka Agus Widiyatmoko dan akademisi DR.Sarjuni dari Unisula Semarang.
Bupati yang berkenan hadir dalam sarasehan tersebut dalam sambutannya mengatakan para santri tak hanya pandai mengaji akan tetapi juga harus pandai menulis. Sebab, jika wartawannya dari santri maka dia akan jadi seorang wartawan yang jujur dan amanah. Wartawan dari seorang santri dapat menulis dan menyampaikan berita ataupun informasi yang didapatkannya sesuai fakta kebenaran. Ia juga dapat berdakwah melalui tulisan-tulisannya di media. "Karena itu diharapkan GSM ini dapat memunculkan para penulis dari kalangan santri. Penulis-penulis santri mampu menginspirasi dan selalu menyebar informasi yang baik kepada publik," lanjut Bupati.
Ketua pelaksana sarasehan Mustolih mengatakan bahwa kegiatan GSM ini untuk memotivasi para santri agar senang dunia tulis menulis. "Jika santri juga sudah senang menulis, maka diharapkan dapat bermunculan penulis-penulis baru dari kalangan santri," ujarnya.
Mustolih juga menambahkan, kegiatan GSM sekaligus untuk ajang silaturahmi antara komunitas pondok pesantren, kiai, ulama, santri dengan pemerintah kabupaten, rekan media cetak maupun elektronik serta para stakeholder yang ada di lingkungan masyarakat.(admin/mn)
