Jendela Edukasi : 54 Mahasiswa UGM Jogyakarta KKN di Desa Ambalresmi dan Wadasmalang Kebumen
Jendela Edukasi : 54 Mahasiswa UGM Jogyakarta KKN di Desa Ambalresmi dan Wadasmalang Kebumen
KOMINFOKEBUMEN - Sebanyak 54 Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogyakarta akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di dua desa Kabupaten Kebumen yakni Desa Ambalresmi dan Desa Wadasmalang mulai 12 Juni hingga 4 Agustus 2017. Ke-54 mahasiswa yang didampingi Dosen pembimbing Hamdan MA tersebut diterima Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra Drs.H.Sabar Irianto yang mewakili Bupati Kebumen Ir.HM Yahya Fuad SE di ruang Jatijajar, Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin (12/6).
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Sabar Irianto, Pemkab Kebumen mengucapkan selamat datang sekaligus memberikan apresiasi kepada UGM yang telah menerjunkan mahasiswa KKN ke desa-desa di Kebumen. KKN ini tentu akan memberikan kontribusi yang signifikan nantinya dalam mendukung program-program pembangunan di desa yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten.
"Kami berpesan kepada mahasiswa agar dapat memotivasi masyarakat desa menjadi berdayaguna dan dapat meningkatkan pendidikannya. Jalin komunikasi yang baik, jadikan diri sebsgai suri tauladan serta mampu mewujudkan desa sasaran KKN dapat menjadi desa unggulan dibanding desa-desa lainnya," ujar Sabar.
Pada kesempatan yang sama, Kabag Kesra Kebumen Drs.Wahib Tamam M.Si mengungkapkan bahwa pelaksanaan KKN-PPM ini bertujuan untuk mengembangkan pola sinergi antara pemkab dengan perguruan tinggi dalam program pemberdayaan masyarakat secara mandiri, yakni dengan mengoptimalkan potensi dan pemanfaatan sumber daya yang ada melalui berbagai inovasi tanpa meninggalkan kearifan lokal.
"KKN ini merupakan salah satu dialog dengan seluruh elemen masyarakat sehingga mampu meningkatkan kualitas dan taraf hidup kesejahteraan masyarakat itu sendiri," kata Kabag Kesra Wahib Tamam.
Sementara itu Dosen Pembimbing KKN UGM, Hamdan MA mengatakan KKN-PPM ini merupakan bentuk kepedulian sivitas akademika terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa dalam upaya mewujudkan program pembangunannya.
"Kepada mahasiswa kami berpesan agar KKN ini sebagai pembelajara diri dan digunakan sebaik-baiknya. Tingkatkan potensi diri dan optimalkan segala potensi yang ada di daerah," pesan Hamdan.
KKN-PPM ini terbagi dua kelompok, yakni 26 siswa di Desa Ambaresmi dengan mengangkat tema KKN adalah "Desa Berdikari" dan 28 siswa di Desa Wadasmalang dengan mengangkat tema "Inisiasi Smart Village" yakni mengoptimalkan potensi SDM dan SDA di desa tersebut. (admin/mn).
