Bupati Yahya Fuad Launching Eduwisata Peternakan Terintegrasi di Desa Sitiadi, Puring
Bupati Yahya Fuad Launching Eduwisata Peternakan Terintegrasi di Desa Sitiadi, Puring
KOMINFO KEBUMEN - Bupati Kebumen Ir.HM.Yahya Fuad SE didampingi Wakil Bupati KH.Yazid Mahfudz melaunching Eduwisata Peternakan Terintegrasi Kampung Sapi PO Kebumen di Desa Sitiadi Kecamatan Puring, Kamis (19/10). Launching ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati.
Usai launching, Bupati bersama Wabup dan rombongan berkeliling melihat area eduwisata dan turut memberikan penilaian terhadapa sapi-sapi yang dilombakan untuk berbagai kategori. Ada tujuh kategori yang dilombakan, diantaranya adalah kategori sapi calon pejantan, Sapi penggemukan, sapi indukan dan lainnya.
Bupati dalam sambutan mengatakan dengan lomba ini diharapkan banyak kalangan generasi muda mau mengembangkan sapi PO Kebumen yang memiliki nilai ekonomis tinggi. "Di eduwisata ini kita bisa banyak belajar bagaimana mengembangbiakan dan merawat sapi PO Kebumen dengan sebaik-baiknya. Selain itu, disini pula banyak ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa dipelajari mulai dari pengolahan limbah sapi menjadi pupuk organik untuk pertanian, hingga pembibitan tanaman," papar Bupati.
Bupati juga mengatakan, eduwisata peternakan terintegrasi ini berkonsep nol limbah. Semua limbah sapi tak ada yang terbuang dan diolah menjadi pupuk pertanian dengan harga jual yang cukup tinggi. "Untuk kedepannya eduwisata ini perlu dikembangkan atau diperluas untuk area kebun hijauan makanan ternak dan kebun hortikultura," ujar Bupati.
Di area eduwisata ini terintegrasi antara area pertanian dengan kawasan kandang indukan sapi-sapi unggul. Disini antara pertanian dan peternakan bersinergi menjadi satu kesatuan yang saling terkait. Sapi perah tidak hanya menghasilkan susu, akan tetapi limbahnya bisa diproses menjadi biogas dan pupuk organik untuk pertanian.
Eduwisata ini memang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya, bagi masyarakat pengunjung bisa melihat bagaimana proses pengolahan pupuk organik maupun bio gas di sini. Pupuk organik yang dihasilkan disini bebas dari penggunaan pestisida atau zat-zat kimia apapun. "Saya berharap eduwisata ini nantinya bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat desa," harap Bupati.
Dalam acara launching juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Veteriner Wayes, BBPTUHPT Baturaden, BPTP Jawa Tengah dan Loka Penelitian Grati-Pasuruan.
Wahana wisata edukasi Peternakan terintegrasi ini menempati lahan seluas 1,5 hektar. Alam sekitarnya terlihat indah, nyaman nan asri. (admin/mn)
