Dampak Hoaks
Dampak Hoaks
Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna media sosia terbesar di dunia. Tercatat jumlah pengguna aktif internet di Indonesia per tahun 2024 mencapai 203 juta, dan dari jumlah tersebut, sekitar 170 juta orang atau 84% adalah pengguna media sosial. Hal tersebut mengartikan bahwa penyebaran inofrmasi di media sosial yang belangsung bebas dan global. Penyebaran informasi yang bebas dan luas tersebut membuat Indonesia menjadi rentan terhadap penyebaran hoax. Masyarakat dapat dengan bebas mengakses berita hoax yang beredar di media sosial karena tidak adaya filter pada media sosial. Penyebaran hoax yang bebas memberikan dampak negatif pada masyarakat.
Adapun dampak yang dapat dirasakan pada masyarakat mengenai berita hoax diantaranya adalah :
- Terbentuknya Opini Publik yang buruk. Berita hoax dapat membentuk opini publik yang buruk, maka keadaan sosial dalam masyarakat juga akan terganggu kenyamanannya dikarenakan hoax yang beredar tersebut. Yang mana dampak dari berita tersebut bisa dilihat dengan memperhatikan perilaku dari masyarakat yang berubah karena sudah tertanam stigma buruk yang terbentuk dari opini publik berita hoax tersebut.(wijaya laksana, 2015)
- Menimbulkan Kecemasan. Dampak yang selanjutnya yaitu kecemasan. Yang mana berita hoax yang dibuat untuk menggiring opini masyarakat secara tidak langsung juga akan menimbulkan rasa keraguan yang kemudian timbulah perasaan cemas mengenai apa yang sedang terjadi. Sehingga pada akhirnya masyarakat tidak akan bisa berpikiran jernih untuk memutuskan suatu tindakan yang benar dan akan waspada dan mempercayai berita hoax tersebut.
- Menimbulkan Perpecahan. Berita hoaks atau berita bohong dapat menimbulkan perpecahan individu atau antar kelompok. Hal ini terjadi karena kesalahan informasi yang didapat dan tidak mencari sumber informasi yang lebih kredibel. Perpecahan ini bisa ditimbulkan karena seseorang membenarkan informasi yang salah namun orang lain tidak percaya akan kebenaran tersebut karena ia memiliki bias informasi. Selain itu perpecahan juga dapat terjadi karena suatu kelompok yang dijadikan sebagai objek dalam berita hoaks. Hal ini dapat terjadi keributan karena suatu kelompok tersebut merasa dirugikan karena berita hoaks. Mereka yang tidak terima akan mencari seseorang yang menulis berita dan tentunya akan protes sehingga berpotensi terjadinya perpecahan.
- Tidak Percaya Fakta. Masyarakat yang terlalu sering menerima berita hoaks lama kelamaan akan bingung membedakan berita faktual dan hoaks. Bahkan masyarakat tidak akan lagi percaya dengan situs berita yang benar dan lebih mempercayai hoaks. Hal ini terjadi karena paparan berita hoaks yang terlalu sering terkena pada pembaca. Dengan demikian masyarakat akan terus terprovokasi oleh berita-berita palsu itu.
- Merugikan Masyarakat. Hoaks sama saja dengan penipuan, dengan hoaks masyarakat bisa saja rugi dalam hal materi. Banyak terjadi kasus penipuan mengenai undian berhadiah yang diterima oleh masyarakat dari suatu merek atau perusahaan tertentu yang menjanjikan hadiah kepada pemenang yang dipilih. Tidak hanya dalam hal merek ternama, namun juga perusahaan yang membuat promosi untuk penerimaan karyawan baru di suatu perusahaan. Mereka yang terkena hoaks seperti ini tentu akan sangat rugi dalam hal materi. Dalam undian berhadiah biasanya hoaks diterima melalui telepon. Penipu akan menghubungi korban dan menjanjikan bahwa akan mendapat hadiah yang menggiurkan, namun korban harus membayar sejumlah uang untuk administrasi. Hal tersebut lah yang menimbulkan kerugian karena pembayaran yang tidak masuk akal.
Maka dari itu diperlukan kecermatan dalam menerima segala informasi. Periksa kembali informasi yang diterima untuk memastikan bahwa informasi tersebut fakta. Selain itu peran keluarga, masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam mencegah adanya berita hoax yang terjadi. Sehingga kita bisa terhindar dari dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya persebaran berita hoax tersebut.
Sumber :
Nandy. (2023). Cara Mengatasi Hoaks Beserta Penyebabnya dan Dampakya. Diakses 19 Februari 2025 dari https://www.gramedia.com/best-seller/cara-mengatasi-hoaks/?srsltid=AfmBOopTzDNcPoOn9cJrQupI3_vNfx4YwjGMEeu_wDa8fIs6nRY9EBe
Nila Zaimatus Septiana1 , Marcelino Wahyu R. 2. (2021). Dampak Berita Hoax Pada Masyarakat: Studi Fenomenologi Kelurahan Ngronggo Kota Kediri, 213-214. Diakses 19 Februari 2025 dari https://ngarsa.uinkhas.ac.id/index.php/ngarsa/article/download/268/25
Viola, Polina.(2024). Data Pengguna Media Sosial Indonesia 2025. Diakses pada 19 Februari 2025 dari https://mindspire.id/social-media/data-pengguna-media-sosial-indonesia-2025/
Wijaya laksana, M. (2015). psikologi komunikasi (E. Nasrudin (ed.); pertama). cv pustaka setia.
