Jendela Edukasi : 27 Grup Siswa SD Ikuti Lomba Ebleg Tingkat Kecamatan Sruweng
Jendela Edukasi : 27 Grup Siswa SD Ikuti Lomba Ebleg Tingkat Kecamatan Sruweng
KOMINFO KEBUMEN - Sebanyak 27 grup siswa sekolah dasar (SD) mengikuti lomba ebleg tingkat Kecamatan Sruweng di balai desa Karangsari Sruweng, Rabu (2/8). Pemenang lomba akan mendapatkan hadiah uang pembinaan, tropi dan piagam serta berhak mewakili kecamatan pada lomba yang sama di tingkat Kabupaten.
Kepala Bidang PAUD Diknas Kebumen, Aminah S.Pd,M.M dalam sambutan pembukaan mengatakan, makna yang hakiki dalam lomba ebleg ini bukan semata untuk kejuaraan. Akan tetapi lebih pada regenerasi pelestarian seni tradisional yang kian waktu kian tergerus oleh perkembangan jaman.
"Pada kesempatan ini saya mengapresiasi kepada para kepala sekolah, guru dan qnak-anak yang masih sangat mencintai kesenian tradisional ini sebagai bagian dari peninggalan sejarah budaya yang masih lestari di Kebumen," ungkap Aminah s.Pd,M.M.
Aminah menilai, tari ebleg hingga kini tetap eksis dan digemari oleh masyarakat. Karena tarian ini dapat menyenangkan semua lapisan masyarakat. "Perpaduan berbagai unsur seni musik, gerak tari dan tembang menjadi kenikmatan tersendiri bagi penontonnya. Untuk itulah tari ini tetap lestari dan harus terus dilestarikan sebagai aset budaya masyarakat Kebumen ," ujar Aminah S.Pd,M.M.
Menurut Aminah, menyampaikan sebuah pesan atau berkomunikasi tak melulu dengan ucapan atau kata-kata. Banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah melalui lambang-lambang atau simbol-simbol dan gerakan dalam sebuah tarian seperti ebleg ini. Seni tari ebleg memberikan gambaran tentang keselarasan, kebersamaan dan keindahan yang bisa dijadikan cermin dalam kehidupan kita sehari-hari.
Pada kesempatan yang sama, Kepala UPT Diknas Kecamatan Sruweng H.Dwi Yuningsih S.Pd,M.Pd mengatakan lomba ini mendidik anak-anak untuk mencintai seni budaya tradisional. "Saya berharap melalui lomba ini anak-anak kita kelak dapat melestarikan seni budaya bangsa. Pada lomba ini untuk anak-anakku lakukanlah yang terbaik. Tunjukan bhwa gerak tari yang kalian lakukan kompak, selaras dengan irama dan dapat menghayati dari gerakan tari itu sendiri," kata Dwi.
Dwi menambahkan, lomba ini hanya diikuti kelompok siswa SD yang berada di UPT Diknas Kecamatan Sruweng. Dari 27 kelompok peserta, masing-masing kelompok terdiri dari 12 orang putra dan putri yang terbagi menjadi enam orang putra dan putri.
Sementara itu, penggiat seni budaya Kebumen, Bambang BE mengatakan dalam seni tradisional banyak mengandung falsafah yang bisa dijadikan sebagai cerminan hidup. "Dan sejak dini kita latih dan bekali kepada anak-anak tentang makna hidup melalui seni tari dan budaya," ujar Bambang.
Dalam lomba ini ada sejumlah kriteria yang dinilai. Penampilan mereka akan dinilai dari sisi gerakan dasar, ketrampilan tarian, harmonisasi antara gerakan dan musik, penghayatan, tata busana dan asesoris yang dikenakan. Karena itu untuk memenangkan lomba, pelatih dituntut untuk mengexplore dengan menciptakan kreasi tari yang memiliki makna sekaligus menghibur masyarakat.
Adapun peserta lomba diantaranya adalah kelompok dari SD N 01 Karangsari, Tangeran SDN 02. SDN 03 Pandansari, dan lainnya.(admin/mn)
