Bupati Ir.HM. Yahya Fuad SE Buka Rakor POP/K Tahap III 2017
Bupati Ir.HM. Yahya Fuad SE Buka Rakor POP/K Tahap III 2017
KOMINFO KEBUMEN - Bupati Kebumen Ir.HM.Yahya Fuad SE membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Pembangunan/Kegiatan (POP/K) di Gedung Juang, Jl. Indrakila Kebumen, Senin (31/7). Rakor ini membahas seluruh kegiatan pembangunan dan permasalahannya serta serapan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan tersebut.
"Deviasi capaian kinerja keuangan dan fisik sampai triwulan II masih besar, yakni 20,01%. Dari target keuanfan 53,98% namun realisasinya baru 33,88%. Sedangkan untuk target fisik 54,07% namun realisasinya baru 38,79% atau deviasi sebesar 15,28%. Saya berharap memasuki triwulan III ini kinerja OPD harus dikebut, " ujar Bupati saat membuka Rakor yang dihadiri Staf Ahli Bupati, Wakil Bupati, Plt.Sekda, seluruh jajaran pejabat dari masing-masing OPD, Camat se-Kabupaten serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Bupati juga menegaskan, dalam rakor ini harus ada perbaikan signifikan untuk percepatan-percepatan dalam pekerjaan yang belum mencapai target baik dari target keuangan maupun realisasi fisiknya. "Saya berharap pada APBD Perubahan nanti semua OPD tancap gas untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pada APBD perubahan," tandas Bupati.
Meski kejar target, namun Bupati mengingatkan agar pelaksanaan kegiatan pembangunan tetap mentaati dan konsisten terhadap rencana-rencana kerja operasional yang sudah disusun bersama. "Khusus untuk pengadaan barang dan jasa harus melaksanakan dengan ketentuan-ketentuan yang ada, teliti, cermat dan jujur. Saya mibta dalam Rakor POP/K ini harus ada perbaikan percepatan. Jadi rakor bukan sekadar acara seremoni semata," kata Bupati.
Usai membuka rakor, Bupati memberikan mandat kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir.H.Tri Haryono untuk memimpin rakor tersebut.
Dalam rakor terungkap bahwa APBD Kebumen pada tahun 2017 mencapai Rp 2,712 triliun. Besaran anggaran ini dialokasikan untuk belanja tidak langsung Rp 1,75 triliun dan belanja langsung Rp. 965,4 miliar. Sedangkan sumber dana APBD 2017 berasal dari dana perimbangan yang mencapai Rp 1,736 triliun, pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 293,48 miliar dan pendapatan yang sah lainnya sebesar Rp 614,347 miliar.
Jika mengacu pada perbandingan realisasi serapan anggaran dan realisasi fisik dalam 2 tahun terakhir, pada tahun 2017 ini mengalami penurunan dibanding tahun 2015 dan 2016.
Penyerapan anggaran tahun 2015 sebesar 34,38% dengan realisasi fisik 41,22% dan tahun 2016 sebesar 41,70% dengan realisasi fisik sebesar 42,0%. Tahun 2017 ini, serapan anggaran dari target 53,98% namun terealisasi cuma 33,88%. Sedangkan realisasi fisik target 54,07% namun realisasi hanya 38,79% dengan deviasi mencapai 15,28%.
Terkait PAD dari masing-masing OPD pada Triwulan II tahun 2017, lima besar PAD tertinggi diperoleh dari Disnaker KUKM yang ditarget Rp.37.350.000 terealisasi Rp.64.397.000 atau mencapai 172%. Dispendukcapil target Rp.150 juta terealisasi Rp.230,25 juta, Dinkes ditarget Rp.45 juta terealisasi Rp.68,8 juta, BAPPENDA ditarget Rp.28,865 juta terealisasi Rp.42, 63 juta. Sedangkan untuk tiga besar terendah adalah RSUD Prembun ditarget Rp. 2 miliar terealisasi Rp.261, 1 juta, Dislutkan ditarget Rp.583, 2 juta terealisasi Rp.150,2 juta dan Distapang ditarget Rp.206,5 juta terealisasi Rp.94,4 juta.(admin/mn)
