Optimalisasi Medsos, DLHKP Gelar Pelatihan bersama Dinas Kominfo
Optimalisasi Medsos, DLHKP Gelar Pelatihan bersama Dinas Kominfo
DISKOMINFO - Selain mengelola dan mengoperasikan media sosial, social media admin atau admin medsos memiliki tugas dan tanggung jawab yang lebih banyak dari kelihatannya. Tugasnya pun tak sesederhana yang dipikirkan oleh sebagian orang. Admin sosial media bisa bekerja tak kenal waktu, alias 24 jam dalam sehari.
Kecenderungan yang terjadi saat ini ada beberapa admin medsos di OPD yang terlihat kurang bergairah dalam membuat konten atau materi untuk ditayangkan di media sosial yang dikelolanya.
Saat berlangsung pelatihan optimalisasi pengelolaan media sosial bagi admin Dinas Lingkungan Hidup Kelautan Perikanan Kabupaten Kebumen yang dibuka Sekdin DLHKP Teguh Kristiyanto, beberapa hal dikeluhkan admin pengelola medsos. Diantaranya kesulitan dalam mendapatkan ide dalam membuat konten, termasuk kurangnya dukungan sarana prasarana.
Dijelaskan Dian PD dari Bidang IKP Dinas Kominfo Kebumen yang berkesempatan menjadi narasumber pelatihan, bahwa keberhasilan dalam pengelolaan sebuah media sosial tidak melulu dipatok pada tingginya jumlah folowers atau pengikut. Namun bagaimana seorang admin medsos mampu menjadi penyaji dan komunikator yang baik. Dalam ranah media sosial, Dian juga menjelaskan bahwa engagement adalah sebuah alat ukur untuk menentukan seberapa “menarik” sebuah konten dari kaca mata audiens.
"Semakin menarik sebuah konten, maka tingkat interaksi dari audiens akan lebih tinggi (semakin engage). Wujud interaksi dari tiap media sosial ini bermacam-macam seperti misalnya like, share, saved, dan sebagainya," urai Dian
" Ada banyak akun medsos yang memiliki pengikut atau followers banyak namun ternyata merupakan pengikut tidak aktif yang diperoleh dari beli followers. Itu bisa ditandai dari minimnya engagement atau bentuk interaksi (dua arah) dengan follwers. Dalam hal media sosial, engagement mengartikan bagaimana upaya suatu brand atau dalam hal ini akun OPD mendapatkan keterlibatan audiens melalui konten-konten yang diunggah," jelas Dian.
Dian juga mencermati ada banyak OPD yang masih terjebak pada "asal unggah konten" atau "asal followers banyak". Bahkan ada OPD yang berbulan-bulan tidak mengunggah konten medsos. Salah satu OPD yang sudah cukup lama tidak membuat postingan pada platform medsos yakni Twitter (terakhir mengunggah pada 1 Mei 2021).
" Admin harus punya semangat, suasana hati yang baik karena itu berpengaruh dalam konten yang akan dibuat atau komunikasi yang akan dibangun dengan netizen. Dan mengapa engagement itu penting? Karena engagement adalah salah satu cara dalam digital marketing untuk meningkatkan brand awareness serta memperluas jangkauan perusahaan. Semakin tinggi engagement (tingkat interaksi) yang terjadi pada konten yang dibuat, maka popularitas atau tujuan dibuatnya sebuah konten akan semakin meningkat atau berhasil," jelasnya
Dian juga menggaris bawahi, bahwa tantangan bagi seorang admin medsos adalah bagaimana akun yang dikelolanya bisa bertumbuh dengan adanya interaksi yang baik dengan para pengikutnya. Termasuk konten yang menarik, tidak memusingkan dari sisi desain baik foto atau video, dan harus informatif. (Kominfo Kebumen)
