Dinas Kominfo Jadi Narasumber Bijak Bermedia Sosial di SMP Negeri 1 Sruweng
Dinas Kominfo Jadi Narasumber Bijak Bermedia Sosial di SMP Negeri 1 Sruweng
DISKOMINFO - Ada banyak alasan mengapa seseorang memutuskan untuk memiliki akun Media sosial (medsos). Selain untuk hiburan, medsos nyatanya banyak memberikan banyak hal positif jika pengguna mampu memanfaatkan dengan baik. Medsos juga bisa menambah pengetahuan dan informasi.
Meski demikian, ada hal-hal yang menjadi pantangan dalam bermedsos. Untuk alasan keamanan misalnya, karena tidak dipungkiri medsos juga membuat privasi seseorang berkurang dan menjadi konsumsi publik ketika banyak hal-hal pribadi yang diunggah. Sehingga sangat penting untuk memahami hal-hal apa saja yang aman untuk di posting.
Itu disampaikan Dian dari Bidang IKP Dinas Kominfo saat berkesempatan menjadi narasumber dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang diikuti pengurus OSIS, MPK dan Dewan Kerja Pramuka SMP Negeri 1 Sruweng, Jumat (10/2/2023).
Dian juga memotivasi para siswa agar berani dan percaya diri, serta terus belajar memperdalam hobi maupun bakat minat masing-masing.
"Jadikan medsos sebagai sarana atau media untuk mengasah bakat dan minat yang berguna untuk masa depan, namun jangan lupa untuk selalu memahami batasan dalam bermedsos," pesan Dian yang juga berharap agar selain belajar berorganisasi di sekolah, tetap mengutamakan pelajaran.
"Jangan sampai tertinggal pelajaran hanya karena asik berorganisasi. Apalagi adek-adek merupakan anak-anak pilihan, bisa bergabung dalam kepengurusan OSIS, pramuka, MPK, dan Dewan Kerja Pramuka itu sangat luar biasa, pengalaman berorganisasi ini akan bermanfaat di kemudian hari saat kalian dewasa," tambah Dian
Dalam tanya jawab bersama beberapa siswa juga diketahui, bahwa rata-rata pelajar menggunakan medsos hanya untuk hiburan. Sekedar mengikuti info terbaru dari artis favorit di Instagram misalnya. Atau tak mau sampai ketinggalan konten viral di Tiktok.
"Biasanya lihat postingan terbaru dari Ronaldo," ujar Aji salah satu siswa yang juga pengurus OSIS.
Berbeda dengan Aji, pelajar lainnya justru menggunakan medsos untuk menyalurkan hobinya dalam menggambar. Bahkan karya-karyanya mulai mendapatkan perhatian dari para pengikutnya di akun Instagram dan Tiktok.
"Saya suka menggambar, dan mulai ada yang mau beli tapi masih belum berani menjual," ujar Yufli yang beberapa kali mengikuti ajang kompetisi menggambar di tingkat kabupaten.
Sementara itu dijelaskan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sruweng, Ety Sri Wahyuni, sekolah berharap anak didiknya memahami batasan dalam menggunakan media sosial. Ia juga berharap melalui Latihan Dasar Kepemimpinan, siswa akan memiliki karakter yang baik dan semakin percaya diri.
"Harapannya anak-anak tau bagaimana batasan saat bermain medsos, jangan sampai gak tahu juga, karena ini kan perkembangan teknologi juga. Dan pelatihan dasar ini harapannya mereka menjadi semakin PD (percaya diri)," harap Ety. (dp/gp)
