Berita / Berita Terbaru / Detail

Tahun 1629 Momentum Berdirinya Kabupaten Kebumen

Berita Terbaru 30 Januari 2018 08:29:19 WIB Administrator dibaca 390 kali

KOMINFO KEBUMEN - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kebumen yang selama ini diperingati setiap tanggal 1 Januari dinilai tidak tepat.

Demikian disampaikan Bupati Kebumen Ir. HM Yahya Fuad, SE, melalui Wakil Bupati KH Yazid Mahfud di hadapan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kebumen, yang mengagendakan Penyampaian Tanggapan dan/ Jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Tiga (3) Raperda yang diajukan Ekskutif Senin pagi (29/01).

Rapat Paripurna tersebut dihadiri 37 dari 50 anggota DPRD Kabupaten Kebumen. Sementara dari Eksekutif, selain Wakil Bupati hadir Para Assisten Sekda, Kepala OPD termasuk para Camat.

Atas pertanyaan fraksi-fraksi terkait pengajuan Raperda Perubahan Hari Jadi Kabupaten Kebumen, Bupati menegaskan, ketidaktepatan peringatan hari jadi selama ini lantaran hanya mendasarkan pada Keputusan Pemerintah Kolonial Belanda waktu itu. Menurutnya, hal itu tidak mengandung heroisme serta kebanggaan. "Momentum bantuan Ki Bodronolo membantu Sultan Agung saat menyerang Batavia pada tanggal 21 Agustus 1629, lebih bisa menumbuhkan kebanggaan," tegas Bupati melalui Wakil Bupati.

Sementara, menanggapi tentang diajukannya Raperda tentang Raperda Perubahan atas Perda No 32  Tahun 2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, Bupati mengatakan bahwa Raperda disusun karena adanya perubahan obyek retribusi. Ditambahkannya, Raperda ini juga mengatur besaran tarif retribusi yang telah disesuaikan berdasarkan rincian dan jenis obyek retribusi yang telah diperbarui.

Tentang Raperda Penyelenggaraan Sistem Informasi dan Layanan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (E-Government), dikatakannya, hal tersebut merupakan upaya sungguh-sungguh penciptaan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan, efektif dan efisien.

Merespons Tanggapan dan/ Jawaban Bupati tersebut, DPRD langsung melakukan Rapat Paripurna Internal. Rapat Paripurna Internal digelar untuk membentuk Pansus Pembahas yang akan mengkaji lebih mendalam tiga (3) raperda tersebut. (admin/im)