Berita / Publikasi / Detail

Bawaslu Kebumen Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif 2018

Publikasi 17 Januari 2018 15:56:08 WIB Administrator dibaca 237 kali

KOMINFO KEBUMEN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kebumen menggelar sosialisasi tentang Pengawasan Pemilu  Partisipatif Pilkada Pada Pemilihan Gubernur Tahun 2018 di Hotel Candisari Karanganyar, Rabu (17/1). Sosialisasi diikuti puluhan peserta dari berbagai unsur seperti jajaran dinas terkait, camat, organisasi kemasyarakatan, komunitas media sosial serta lainnya.


Dalam sosialisasi ini disampaikan 3 materi dari 3 narasumber, yakni Ketua Bawaslu Kebumen, Maesaroh M.Ag menyampaikan materi terkait tugas dan wewenang pengawas pemilu pada Pemilukada 2018. Sedangkan narasumber kedua, Badruzzaman S.Pdi menyampaikan materi peran pengawasan partisipatif pada pemilukada dan narasumber ketiga yakni Arif Supriyanto S.Sos  menyampaikan materi terkait potensi dan pelanggaran terhadap pilkada.


Ketua Bawaslu Kebumen, Maesaroh M.Ag berharap melalui sosialisasi ini para peserta nantinya dapat  membantu Bawaslu untuk mensosialisasikan kembali di masing-masing lingkungannya, dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu cagub/cawagub Jateng  pada 27 Juni 2018 mendatang. "Satu suara masyarakat sangat berarti dan  akan menentukan nasib bangsa lima tahun kedepan. Karena itu kami minta masyarakat agar menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani, dan tidak terpengaruh oleh sesuatu apapun yang dapat menggoyahkan pilihannya," papar Maesaroh M.Ag.


Maesaroh M.Ag juga meminta pada tim sukses dari masing-masing cagub/cawagub nanti untuk tidak mempengaruhi masyarakat dalam menyuarakan hak pilihnya. Ini menjadi catatan penting agar pelaksanaan pilkada juni mendatang dapat berjalan dengan jujur, adil, bebas dan rahasia serta demokratis tanpa ada konflik kepentingan dari pihak manapun," harap Maesaroh, M.Ag.


Maesaroh M.Ag juga mengatakan bahwa tingkat kerawanan money politik di pilkada cagub/cawagub tahun ini relatif masih tinggi. Mengingat masyarakat hingga kini masih belum dewasa dalam berpolitik. "Mereka masih mudah goyah dalam menentukan pilihan. Karena itu melalui sosialisasi ini kami berupaya mendorong masyarakat untuk betperan aktif dalam pengawasan tahapan pilkada nanti agar tidak terjadi money politik," jelasnya. (admin/mn)