Berita / Berita Terbaru / Detail

KOMINFO KEBUMEN - Ada yang istimewa dari pelaksanaan pelatihan aplikasi Kebumen On News yang diselenggarakan di Kecamatan Gombong yakni hadirnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto, S.IP, M. Kes yang meninjau secara langsung proses pelatihan sekaligus memberikan pembekalan materi kepada para peserta. Kecamatan Gombong menjadi tempat penyelenggaraan ke-22 dari 26 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kebumen. Acara yang berlangsung di Aula Kecamatan ini dilaksanakan pada Kamis 12 Oktober 2017 dan diikuti oleh 13 (tiga belas) perangkat desa/kelurahan se-Kecamatan Gombong.


Pelaksanaan pelatihan diawali oleh sambutan yang disampaikan oleh Camat Gombong, Supoyo S.Sos selaku tuan rumah dan dilanjutkan sambutan Kepala Dinas Kominfo selaku penyelenggara pelatihan. Dalam sambutannya, Camat Gombong mengingatkan kepada peserta akan arti pentingnya kecepatan informasi. Informasi yang cepat dan akurat sangat dibutuhkan contohnya pada saat terjadinya bencana sehingga proses penanganan dapat segera dilakukan. “Dulu pernah terjadi bencana, tetapi yang tahu duluan dari BPBD, sementara yang di wilayah belum mengetahuinya” ujar Supoyo. Terkait dengan aplikasi Kebumen On News, Supoyo mengharapkan agar para perangkat desa/kelurahan dapat memanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperkenalkan/mengekspose potensi yang ada di wilayah masing-masing. 


        Sementara itu Kepala Diskominfo Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto, S.IP, M. Kes lebih menekankan pada penjelasan tentang manfaat yang sangat besar dari adanya website. “Dari website dulu pernah mendapat 200 dolar dan setiap tiga bulan sekali saya dapat tamsil 100 dolar dari Google karena website yang  saya buat” papar Cokro. Beliau juga menambahkan kepada peserta pengalaman dalam pengelolaan website agar mudah ditemukan mesin pencari (search engine optimization), bagaimana mendapatkan penghasilan dari website dan pada akhir sambutan menjelaskan tips bagaimana suatu kiriman berita dapat diapprove dan tampil di web kebumenonnews. “Berita yang bisa diapprove setidaknya mengandung unsur 5W dan 1H: apa (what), siapa (who), kapan (when), dimana (where) dan bagaimana (how)” ujar Cokro. Berita juga tidak boleh melanggar kesusilaan, memiliki muatan perjudian, penghinaan dan pencemaran nama baik, pemerasan dan pengancaman serta menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Terakhir diungkapkan rencana sinkronisasi kebumen on news dengan SID agar berita yang ada di SID dapat di-update secara rutin.


        Setelah sambutan tersebut, acara dilanjutkan dengan pelatihan aplikasi Kebumen On News yang dipandu oleh tim dari Kominfo. Peserta pelatihan mendapatkan materi tentang profil Kebumen On News, cara mendaftar menjadi kontributor, cara menulis dan mengupload berita dan cara pencairan poin/reward jika berita yang dikirim kontributor diapprove untuk dimuat di website kebumenkab.go.id. Pelatihan aplikasi Kebumen On News dilakukan dalam versi web maupun Android. Para peserta cukup antusias mengikuti acara pelatihan tersebut. Hal itu ditandai dengan adanya beberapa pertanyaan yang disampaikan peserta terkait aplikasi Kebumen On News. Pada akhir acara, tim Kominfo kembali mengingatkan agar para peserta pelatihan mempelajari kembali materi yang diperoleh, mengajarkan kepada sesama rekan perangkat desa dan mengaharapkan kontribusi peserta dalam mengirim berita. ( admin/aas)